Sunday, March 25, 2012

Ihsan

“Innallaha katabal ihsaana ‘alaa kulli syay-in”
“Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku ihsan dalam segala hal. “ (Shahih, HR Muslim)

Subhanallah, betapa besar kandungan dari hadits ini. Hadits ini oleh Imam Nawawi di dalam bukunya “Syarah Hadits arba’in”, ditulis kembali di Hadits nomor 17. Hadits ini merupakan dasar agama yang sangat penting. Hadits ini memuat upaya sungguh-sungguh dalam melaksanakan semua ajaran Islam, baik itu ibadah mahdhoh (Seperti : Sholat, dzikir,dll), maupun ghoyru mahdhoh (seperti: mu’amalah, jual beli, bergaul, belajar,dll). Dan barangsiapa yang berlaku ihsan dalam melakukan amal perbuatan yang berhubungan dengan dunia dan akhiratnya, dengan penuh kebenaran dan kesempurnaan, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat insya Allah.
Hadits ini merupakan nash (dalil) yang menunjukkan keharusan berlaku ihsan, yaitu melakukan suatu perbuatan dengan baik dan maksimal. Baik itu hal-hal yang kecil, seperti melipat koran, meletakkan suatu benda, berjalan, berbicara, maupun hal-hal yang besar di dalam kehidupan kita.
Allah juga memerintahkan hal tersebut dalam firman Nya, “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan ihsan” (Qs. An-Nahl:195).
Di ayat yang lain, “Dan berbuat ihsan-lah kalian, karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Qs. Al-Baqoroh:195).
Berlaku ihsan menjadi tuntutan saat menunaikan kewajiban, meninggalkan berbagai larangan, dan berinteraksi dengan sesama makhluk. Semua hal tersebut dilakukan dengan sesempurna mungkin dan dengan menjaga adab yang bisa menjadikan kesempurnaan perbuatan yang dilakukan. Jika ini dilakukan, maka perbuatannya akan diterima Allah dan akan membuahkan hasil, yaitu pahala.
So, semoga kita senantiasa diberi kekuatan dan kesadaran oleh Allah dalam mengimplementasikan sikap ihsan di dalam semua aktivitas, profesi, dan karya kita.
Jikalau kita adalah seorang pelajar, semoga kita bisa menjalani studi yang telah diamanahkan oleh orang tua kepada kita ini dengan sebaik-baiknya.
Jikalau kita adalah seorang anak, semoga kita bisa berbakti kepada mereka dengan bakti yang terbaik.
Jikalau kita adalah seorang karyawan dari sebuah perusahaan, semoga kita bisa beraktivitas dan berkontribusi/berkarya dengan karya yang terbaik.
Dan kita adalah seorang hamba Allah. Semoga kita adalah seorang hamba dengan penghambaan yang terbaik. Aamiin.

Posted by Maryam in 10:27:05 | Permalink | No Comments »

Sunday, January 1, 2012

Selama hidupku, aku banyak sekali bertemu orang. Dengan berbagai macam model, dan dari berbagai bagian dari Indonesia. Aaku bersyukur banget bisa berinteraksi dengan mereka,baik secara offline maupun online saja. Bahkan, beberapa macam diantara mereka, aku dapat kesempatan untuk tinggal bersama mereka. Yup, bertemu dengan orang lain, adalah moment yang sangat menyenangkan. Alhamdulillah,berarti jiwa “makhluk sosial” ku masih oke. Hehe..:D
Contohnya, aku diberi kesempatan yang luar biasa untuk merantau di Surabaya. Sorry,walaupun banyak yang protes karena aku pake kata “merantau”, tapi aku tetep pake kata ini, walaupun “merantau” nya hanya dari Gresik ke Surabaya. Karena, secara, aku nggak pernah keluar kota dalam waktu lama dan sendirian. Hehe…:D
Di Surabaya, aku bertemu banyak model manusia. Dari yang positif “nothog jedog” sampe negatif “nothog jedhog”! :D
Di kost, aku juga bertemu banyak model manusia. Dari berbagai kota di seluruh Indonesia. Dari Ujung Sumatera, sampe Ujung Papua, tinggal di satu atap! Tentunya, itu dengan tetap berbeda2 karakter..:)
Dari situ, seperti biasa, aku selalu mengharuskan diriku untuk mempelajari sesuatu dari setiap momen yang aku jalani. Kali ini, pelajaran utama yang aku reguk adalah: SOSIALISASI!
Yup, sosialisasi! Dengan perbedaan karakter mereka, aku berusaha untuk tetap diterima. Bener2 perjuangan yang cukup berat emang.. entah, berhasil or nggak, aku nggak tau..hehe. yang penting usaha yang terbaek! :D
After that, aku pun menjalani fase2 hidupku. Saat ini pun aku sedang beraktivitas sebagai “kuli” di sebuah perusahaan BUMN yang cukup besar. Hehe.. [sorry lagi,aku pake istilah “kuli”, karena bukankah ketika kita belum jadi bos, berarti kita masih jadi kuli? :D ]
Di hari pertama aku beraktivitas di sana, aku pun mengamati dengan cukup detail. Aku mencari potensi2 yang bisa aku reguk ilmunya..dan benar saja, semakin hari,semakin aku betah, karena semakin banyak potensi yang bisa aku reguk di sana. Salah satunya adalah: ilmu! :D
Wah, ini adalah alasan terbesarku untuk tetap di sini, mereguk ilmu yang banyak agar aku punya bekal untuk berdiri sendiri. Hampir tidak ada hari tanpa aku mereguk ilmu. Semakin aku reguk, semakin seru! :D
Sehingga, ketika suatu saat bos ku bertanya padaku :”Mbak, apa yang bikin sampeyan kerasan di sini?”. Seketika itu pun aku jawab dengan penuh senyum semangat: “di sini banyak ilmunya pak! Jadi,bukan karena uang nya pak. Karena kalo cari uang, ya nggak di sini tempatnya pak! Hehe..”. bosku pun mengomentari dengan ketawa:”ah, jawaban yang terlalu idealis!”
Kadang kala, aku introspeksi diri: apakah aku ini punya unsur ambisius setiap kali ketemu orang? Karena,setiap kali aku ketemu orang,aku hampir pasti akan mencari potensi dan kelebihan yang dia punyai, yang bisa aku pelajari. Kayak lintah aja, ngisap darah orang begitu nempel. Hehe… ya maap, namanya juga si Maryam nggak banyak ilmunya… jadinya, haus terus.. :D

Negatif nya, ketika aku habis bertemu dengan orang yg bisa kasih aku ilmu banyak, dan aku harus berpisah dengannya, aku bener2 dirundung duka yang mendalam. Seperti bulan Desember 2011 kmrn, aku harus berpisah dengan 2 orang di kantor. Temen cewek seruangan, yang udah kasih aku pelajaran tentang “low profile” nya.. dan my Boss yang udah kasih aku ilmu buanyakk tentang coding..hehe.
Begitulah kehidupan dunia.. isinya: ketemu..pisah..ketemu..pisah..
Kalo nggak mau kayak gitu, ya ntar di surga.. :)
Yang penting, terus maksimalkan untuk memanfaatkan kesempatan yang datang. Karena kesempatan itu belum tentu akan datang kembali..
Semangat!! Cita2 besarmu sedang menunggu untuk direalisasikan! :)

Posted by Maryam in 05:19:52 | Permalink | Comments Off

Nice Quotes, Mr. Mario…!

Pagi-pagi iseng buka FB. eh,ada tulisan di wall nya pak Mario Teguh. panjaaang banget. tapi,sepanjang apapun tulisan Pak Mario,aku biasa sempatkan untuk membacanya. karena jarang banget aku tidak memperoleh semangat dari tulisan2 beliau. salah satunya tulisan yang beliau posting hari ini.
yuk kita simak copas nya..:)

Proyek Pribadi Hari Ini:
JELAS TENTANG YANG AKAN DILAKUKAN

Sahabatku yang baik hatinya, dan yang besar impiannya di TAHUN YANG BARU ini, katakanlah ini sebagai kalimatmu sendiri …

Tuhanku Yang Memiliki Waktu, dan Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, aku mengerti bahwa …

Aku tak boleh menginginkan yang besar, tapi sulit memulai melakukan yang kecil, yang adalah syarat untuk mencapai yang besar.

Di tahun yang baru ini, HARUS jelas bagiku apa saja yang akan kulakukan.

Aku tak boleh hanya mengetahui dengan jelas apa yang ingin kucapai, tapi tak jelas tentang apa saja yang harus kulakukan untuk mencapainya

Itu akan membuatku berlaku seperti perahu yang menghadap ke daratan yang tepat, tapi yang patah tiang layarnya.

Maka aku akan segera memutuskan sebuah pilihan tindak, dan segera melakukannya; karena itu akan memperpendek masa tunggu untuk mengetahui apakah yang kulakukan adalah hal yang tepat, atau tidak.

Kemudian, aku akan bersegera lagi dengan tindakan yang baru.

Dan kemudian bersegera lagi memperbaiki, jika yang kulakukan belum tepat, dengan tetap memelihara semangat dan harapan baik.

Maka ini yang kumohon dariMu, Tuhanku Yang Maha Sejahtera,

Hadapkanlah aku ke arah yang tepat, taruhlah aku di jalan yang baik, tenagailah upayaku untuk maju dan naik, mudahkanlah penerimaan dari sesamaku, lancarkanlah rezekiku, dan bahagiakanlah aku dalam keluarga yang sejahtera.

Aamiin

Posted by Maryam in 04:46:04 | Permalink | Comments Off

Monday, October 10, 2011

My Favorit Time

Saat yang paling aku sukai adalah berkumpul dengan keluarga, bercengkrama, nggodain kponakan2,dan memperhatikan tawa ceria mereka. Seperti saat ini.. saat ini saya berkunjung ke rumah kakak di Bangil-Pasuruan. Sebenarnya,ini bukan rencana awalku. Rencanaku sebenarnya, ingin menghabiskan setengah hari terakhirku dengan duduk manis di depan shiro ku (baca: notebook putih ku). Tapi kakak kedua ku maksa nyuru aku ikut,dngan alsan,dia jarang melihatku refreshing dan sudah lama tidak ke tempat itu. Hmm, benarkah? Hehe..

Ternyata,sepertinya kata-kata kakakku ituada benarnya.  Buktinya,aku ternyata baru tau kalo di belakang rumah kakak keempatku di Bangil itu ada Gardu Bambu yang dikelilingi rerumputan dan air mancur. WOW!! Amazing!! Langsung saja saya teringat shiro ku, aku ke kamar dan mengambil shiro kecil ku. It’s time for you, My Shiro..:D

Ada saat lainnya yang paling aku suka, yaitu berdiskusi dan saling berbagi ilmu dengan ummi tercinta.. :D

Aku akui,beliau wanita yang cerdas. Makanya aku sangat senang dan selalu antusias kalo sudah berdiskusi dengan beliau. Berbagai tema kami diskusikan. Dari persoalan ummat, sampai berbagi ilmu dari buku-buku yang telah kami baca sebelumnya atau tema liqo’/ta’lim rutin yang telah kami ikuti. Keren! Diam-diam aku sangat bersyukur telah memiliki beliau.. Bahkan,tidak jarang pula setelah kita membicarakan mengenai permasalahan ummat, kita jadi merancang program. Walaupun tidak semua terealisasi, tapi setidaknya itu menjadi bukti kami kepada Allah yang telah peduli terhadap ummat. I Luv U Mom! :D

Banyak sekali waktu yang bener2 bikin aku seneng banget. Aku sangat bersyukur kepada Allah yang telah memberikan rasa bahagia kepadaku. Walaupun sebagian orang berpendapat bahwa hidupku tidak bahagia. benarkah? Yaa, kembali lagi ke sudut pandang kita dalam melihat permasalahan! Hehe.. :D

Bangil, 9-10-‘11

Buat orang-orang yang sudah membuatku bahagia, baik secara sadar maupun tidak. Semoga allah senantiasa menghujani kalian dengan keberkahan dann kebahagiaan dunia dan akhirat. Aamiin..

Posted by Maryam in 16:30:00 | Permalink | Comments Off

Monday, October 3, 2011

Muak dengan dunia?!!

Jujur, saya beberapa kali merasa muak dengan dunia. Terutama ketika bertubi-tubi harus menghadapi masalah yang bener2 bikin eneg hati.

Permasalahan yang Rumit,mumet,mbulet,rungsep, dan kawan-kawan..

Ketika itu, saya pasti tergiur dengan gambaran Allah mengenai Surga di salah satu ayat di Surat An-Naba’ : “Laa yasma’uuna fiihaa laghwan walaa kidzdzaaban”, yang artinya : “Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula) perkataan dusta. ” (An-Naba’ 35)

Hmm..mupeeeng banget kalo inget ayat itu..pingin cepet-cepet ke surga, dan bebasss dari segala atribut dunia yang cukup memuakkan. Nggak ada yang omong kasar..nggak ada yang dikit-dikit ngomongin orang..nggak ada yang menfinah..nggak ada yang berbuat jahat ke kita…de el el..

Hwaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..

[dramatis banget deh pokoknya..hehe]

itulah yang saya pikirkan, dan biasanya ketika itu saya sedang mengalami degradasi iman.. nggak ingat sama Allah..Nggak ingat dengan tujuan perjalananku di dunia..Nggak ingat kalo di dunia itu hanya sementara,tapi malah justru menentukan posisi kita di surga kelak

Tapi akhirnya saya sadar -walaupun nyadarnya sih kumat2an..hehe-.

saya sadar, sebenarnya, memuakkan or nggak, itu tergantung dari sudut pandang kita!

sudut pandang dalam melihat masalah tersebut.

Apakah kita melihatnya sebagai: training dari Allah.

Katanya minta sabar..katanya minta tangguh…ya kudu dikasih treatment donk biar bisa terwujud..!!

Analoginya gini..

Mengapa ada seorang tukang becak yang tubuhnya lebih kecil dari kita, tapi kok lebih kuat dibandingkan kita kalo  dalam hal mengayuh becak ?

Mengapa atlet lari lebih kuat berlari kencang daripada kita? padahal, bentuk tubuhnya juga nggak jauh beda dengan kita..

Jawabannya satu: Karena mereka TERLATIH!!!

itulah..

Ketika kita meminta kepada Allah : “Ya Allah, jadikanlah hamba sebagai orang yang sabar..”, maka Allah akan membuat kesabaran kita menjadi lebih tangguh dengan cara melatih kita.

Ketika kita meminta kepada Allah : “Ya Allah, jadikanlah hamba sebagai orang yang kuat..”, maka Allah akan membuat ketegaran kita menjadi lebih tangguh dengan cara melatih kita.

dan lain-lain..

ketika kita berpikir seperti itu, maka insya Allah kita akan merasa lebih legowo dan siap dalam menghadapi ujian-ujian dari Allah.

Berbeda dengan ketika kita melihatnya sebagai hal yang bisa menghancurkan kita,  atau bahkan berpikir bahwa Allah jahat kepada kita -Na’udzubillah-.

ketika kita berpikir seperti itu,maka kita akan menghadapi semua itu dengan rasa berat yang amat sangat. Ditambah lagi, Energi negatif yang dapat muncul dari dalam diri kita.. hmm, jadi capek deh rasanya….

Wallahu A’lam bishshawaab..

Robbanaa laa tuzigh quluubanaa ba’da idzhadaytanaa..wa hablanaa min ladunka rahmah..innaKa Antal wahhaab..

Posted by Maryam in 22:15:49 | Permalink | Comments Off

Sunday, October 2, 2011

Mengapa Patuh?

Seringkali saya dijadikan tempat curhat teman-teman. Bahkan,ketika berada di komunitas baru pun,saya dijadikan tempat curhat,padahala dia juga belum kenal saya. hehe..Saya sih,seneng-seneng aja.. Coz dari curhatan-curhatan si curhator itu, saya jadi banyak dapet pelajaran. Alhamdulillah.

Salah satu tema yang cukup sering menjadi tema curhat adalah : kenapa patuh pada duatu perinta Allah. salah satu perintahnya : Berjilbab. (karena hampir 100% dari curhator itu cewek.. :D )

Curhatan mereka simpel : “Mbak,aku pingin pake jilbab. Tapi…”, dan kalimat itu pun menggantung begitu saja.

Biasanya,saya lanjutkan : “Tapi apa??”, sambil dengan nada rada keras dan penuh keheranan.

Seringkali kita punya rasa yang tidak legowo dengan aturan-aturan Allah. apalagi kalo kita cewek. duh,udaah punya rambut bagus,treatment rutin,kulit bagus,body bagus, de el el. sayang dooonk kalo ditutupin. serasa ada kepuasan tersendiri kalo ada orang yang kagum dengan bagusnya body kita yang nyaris sempurnya. apalagi kalo terucap; “rambutmu bagus bangeet…”. yaah,seperti kepuasan tersendiri gitu…

Tapi,itu semua disuruhAllah nutupi.

Tapi, mau tidak mau,kita harus mau menaati perintah itu!

Sebenernya, ada banyak sekali alasan kita untuk memenuhi perintah-perintah Allah.

Diantaranya,

Pertama, Kita ini milik Allah! sangat aneh kalo kita tidak mau menuruti apa yang dikehendaki Nya.

misalnya, kita punya hape. hape itu bener-bener milik kita. kita beli pake duit kita sendiri yang hasil keringat kita sendiri. lalu, kita pingin melindunginya dengan tempat hape. Lalu,biar tampilannya oke, kita kasih stiker-stiker lucu. Atau, kita ganti casing nya sesuai dengan selera kita. kita hiasi juga dengan gantungan yang cantik. Tapi,si Hape itu nggak mau. Aneh banget kan?

Atau,kita punya rumah. Rumah itu kita beli dengan uang kita sendiri. kita tempati sndiri juga. Jelasnya,kita punya aturan sendiri dong dengan rumah tersebut. misal, kalo masuk,alas kaki dibuka. atau,kudu pake alas kaki khusus kalo ke kamar mandi. atau,ada tempat jemur handuk sendiri. de el el.

Tapi, ternyata ada yang nggak membolehkan aturan tersebut dipake.

Lhoh, siape elu??!

Itulah Tauhid Mulkiyah. Suatu keyakinan bahwa kita ini miliknya Allah. Kita ini hambanya Allah. Dia lah raja kita. Dzat yang sangat sangat sangat berhak mengatur kita. Ketika tauhid ini tidak dipahami dengan baik, biasanya mempengaruhi ke-legowo-an dalam mentaati aturan Allah.

Kedua,sadarilah, setiap aturan Allah itu adalah yang terbaik buat kita!!

Perhatikan saja..

Orang pintar, tidak akan mau makan daging babi!

Orang pintar, tidak akan mau minum minuman keras!

Orang pintar, tidak akan mau membuka auratnya lebar-lebar!

Orang pintar, tidak akan mau sex bebas!

Karena mereka tau, kalo itu semua sangat tidak baik bagi diri mereka!

Dimana-mana,yang paling tau mengenai suatu benda, ya orang yang bikin. Makanya,kalo kita punya barang elektronik, kita lebih sreg milih service di dealer resminya. karena mereka yang bikin,jadi ya mereka lah yang paling tau tentang barang tersebut.

Begitu juga kita.  Kita ini diciptakan oleh Allah. Otomatis,yang paaaling tau tentang diri kita adalah Allah swt. tidak ada yang lain!

oleh karenanya, Allah sayang sama kita, karena kita adalah milik Nya. Sehingga, Dia kasih aturan-aturan yang melindungi kita dari hal-hal yang bisa bikin kita rusak. Dan yang paling tau apa-apa yang bisa bikin kita rusak, karena Dia tau kelemahan-kelemahan kita.

Sebenarnya, masih banyak alasan-alasan kita untuk kita menaati Allah.

Karena kita ingin Ridho Nya. Karena kita ingin cinta Nya. dan masih banyak lagi..

Semoga kita semua tetap istiqomah dalam mentaatiNya, dan semoga rasa taat kita bisa semakin meningkat,hingga kita bertemu dengan Nya  nanti.

Aamiin…

Posted by Maryam in 18:09:56 | Permalink | Comments Off

Tuesday, July 5, 2011

Hidup

Kehidupan..

Walau banyak manusia yang hidup di dunia ini, namun banyak pula yang masih belum mengerti tentang apa itu hidup. Bahkan konon para ilmuwan dahulu kala mati-matian melakukan penelitian hanya untuk menjawab pertanyaan: “Apa itu hidup?”. Sehingga muncullah beragam teori mengenai hidup, diantaranya yang cukup terkenal adalah teori yang digaungkan oleh Charles Darwin.(terima kasih pada Guru Bahasa Indonesia SMA ku yang membimbingku dalam penulisan mengenai “Teori Kehidupan” ketika masa SMA dulu)

Kehidupan…

Mempunyai berbagai fase dengan karakteristik masing-masing. Fase-fase tersebut mempunyai dampak bagi yang menjalaninya. Dampaknya tentunya sesuai dengan cara pandang dan sudut pandang masing-masing dalam melihat fase yang dijalaninya. Ada yang ketika sedang menjalani fase ditinggal orang tua nya ke alam baka, mereka menyimpulkan bahwa hidupnya tidak berarti apa-apa. Namun, ada juga yang karena kondisinya adalah memahami bahwa setiap orang akan mati, maka dia teguh dan seakan tidak terjadi apapun, yang penting dia mengetahui bahwa orang tuanya tersebut sedang membutuhkan do’anya, dan dia berkonsentrasi ke situ.

Kehidupan…

Orang bilang, kehidupan bagaikan roda. Ya, seperti yang ada pada lirik nasyid yang dulu ketika saya pake rok abu-abu (baca: SMA). Nasyid yang dikumandangkan oleh Izzatul Islam, yang sarat akan makna.

”Kehidupan bagaikan roda

Beribu zaman terus berputar”

Kehidupan…

Fase Kehidupan…

Sebenarnya, kalau kita lihat lebih dekat, fase-fase tersebut merupakan fase pembentukan diri kita agar menjadi lebih baik. Ingin kuat? Kudu latihan donk!

Sama seperti yang kita lihat sehari-hari. Kalau kita melihat tukang becak yang mengayuh becaknya yang berat, padahal tubuhnya lebih kurus dan lebih kecil dari kita. Dia kuat mengayuhnya. Lalu, coba kita gantian mengayuh becak tersebut. Masih untung aja kalo becak tersebut bisa merjalan beberapa centimeter. Hehe…:D

Mengapa itu terjadi? Karena tukang becak tersebut sudah terlatih untuk mengayuh becak nya yang berat tersebut. Kalau kita?

Makanya seringkali kalau kita perhatikan, kalau kita berpapasan dengan suatu masalah yang menurut kita besar, lalu kita hadapi dengan sukses, maka perhatikanlah bahwa ada peningkatan pada diri kita. Entah itu kedewasaan, rasa bijak, kecerdasan, pengalaman, ketegaran, de el el.

Bagaimana agar fase tersebut bisa kita hadapi dengan sukses?

Ilmu! Ketika kau mengetahui ilmunya dalam menghadapi fase-fase tersebut, insya Allah kita akan bisa menghadapinya dengan sukses. Sama halnya ketika kita menempuh ujian di bangku sekolah, kalau kita tidak mempelajari terlebih dahulu mengenai materi yang diujikan, bagaimana kita bisa sukses menjawab sendiri? (asumsinya, tidak ada kata ”contek” dalam kamus kita. :D ). Insya Allah semua masalah ada penyelesaiannya. Lalu suatu saat nanti, ketika kita mengenang fase tersebut, maka kita akan melihat bahwa masalah itu biasa saja. Masih teringat nasehat seorang sahabatku ketika dulu saya sedang berusaha keras untuk menyelesaikan Tugas Akhir saya. Begini nasehatnya, ”Maryam, sudahlah… hadapi saja..nanti, ketika kau sudah wisuda, kau akan mengenang ini sambil tersenyum geli…hehehe…”. Dan memang benar, jika saya mengenang perjuangan itu, saya pun kadang tersenyum sendiri…

So, apapun fase dalam hidup kita, marilah kita berusaha menghadapinya dengan sukses. Lalu, perhatikanlah apa yang terjadi pada diri kita…

Semoga Allah senantiasa menjaga keistiqomahan kita semua sehingga kita mendapatkan happy ending  pada episode ”Hidup di Dunia” ini… Aamiin…

Posted by Maryam in 15:54:24 | Permalink | Comments Off

Thursday, February 3, 2011

Gelappp…!!

PLAPP..!!

masyaAllah..listriknya mati tiba2..

dan seketika itu juga keheningan malam menyapa. dan hitam pekat pun terasa. pupil segera membesar. rasanya nggak enak banget dalam kegelapan. nggak nyaman…

aku butuh cahaya,walaupun hanya setitik.. agar aku bisa melihat dan membedakan mana benda-benda yang aku butuhkan saat ini, dan kemudian mengambilnya…

aku membutuhkan cahaya….agar aku tidak salah ambil…

aku membutuhkan cahaya, agar aku tidak menabrak pintu yang tak bisa kulihat tegaknya…

aku sangat membutuhkan cahaya…

hmmm….mungkin seperti itulah jika kita berada di keelapan,tanpa cahaya Allah…tidak tau mana warna hitam,merah,kuning,hijau,atau putih. semuanya terlihat hitam..

tidak bisa mengetahui apakah ini tebing ataukah jurang…

tidak bisa mengetahui mana makanan busuk ataukah makanan enak…namun masih bisa terlihat tanda dari bau nya..

tidak bisa menemukan mana benda-benda yang kita butuhkan.

tidak bisa melihat apapun!

Pantas saja Laron-laron sangat menyukai cahaya..

mereka akan mengejar, dimanapun sumber cahaya itu ada..

karena mereka sadar akan kebuthan cahaya, dan mereka memilih untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Ku butuh cahaya Allah..

agar dapat melihat mana yang benar dan mana yang salah..

ku butuh cahaya Allah…

agar tak lagi merasakan kegalauan dunia..

ku butuh cahaya Allah..

agar tak menabrak sesuatu ketika aku berjalan..

ku butuh cahaya Allah..

agar tak terjerumus ke dalam jurang..

ku butuh cahaya Allah..

agar ku dapat menempatkan sesuatu pada tempatnya..

Ya Robb, bersihkanlah jendela hati ku, agar dapat lebih banyak lagi cahayaMu menerobos ke dalam ruang hatiku..

Amiin.

Gresik,

January 29th, 2011

Posted by Maryam in 03:09:34 | Permalink | Comments (2)

Saturday, April 3, 2010

Berjalan Dengan Keong

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak. Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit.
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta-maaf, serasa berkata : “aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !”

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka. Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan.
Ya Tuhan! Mengapa ? Langit sunyi-senyap. Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang. Pelankan langkah, tenangkan hati….

Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang.
Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!

Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo aku berjalan sendiri dengan cepatnya.
“He’s here and with me for a reason”

Posted by Maryam in 03:24:27 | Permalink | Comments (2)

Tuesday, February 9, 2010

Niat, Motivasi, dan Nilai Amalan


mso-pagination:widow-orphan;

Saya yakin, banyak dari kita yang sudah pernah mengetahui kisah ini.

Pedang yang terhunus di tangan Ali bin Abi Thalib itu tinggal “cras” menebas leher lawannya. Toh lawan yang berada di tangannya itu sudah tak berdaya. Apalagi saat itu dalam pertempuran, sehingga hukum peranglah yang berlaku saat itu.

Membunuh dihalalkan jika itu terpaksa harus dilakukan demi memenangkan perjuangan. Tentu saja asal tidak melewati batas.

Tetapi dalam peristiwa itu, tiba-tiba Ali menyarungkan pedangnya kembali. Dibiarkan lelaki itu tergeletak di tanah, sedang Ali berjalan ngeloyor meninggalkan lawannya yang sudah tidak berdaya itu.

Tentu saja peristiwa itu membuat heran orang yang akan menjadi korbannya. Ia tak habis pikir, mengapa Ali yang dikenal sebagai pemuda gagah perkasa itu mengurungkan niatnya begitu saja. Sudah dikenal, Ali adalah pemuda yang gagah berani dengan pedang Dzulfiqar nya.

”Hai Ali, mengapa kau urungkan niatmu membunuh orang itu?”, tanya sahabat yang lain.

”Ketika dia akan kutebas lehernya, tiba-tiba dia meludahi wajahku”, kata Ali.

”Memangnya kenapa? Kau merasa terhina ya?”,

”Benar, karena diludahi wajahku, saat itu amarahku memuncak ingin segera menghabisi dia. Itulah sebabnya aku mengurungkan niat untuk membunuh dia”

”Aneh kau Ali”,

”Memang aneh. Tetapi itulah yang lebih baik harus kulakukan. Aku khawatir niat aau motivasiku membunuh dia, bercampur dengan kemarahanku. Padahal, aku berperang bukan karena amarahku. Aku berperang dan bila perlu membunuh lawan-lawanku, semata-mata karena Allah. Maka aku mengurungkan niat karena khawatir nawaitu ku sudah menyimpang dari tujuan suciku”, kata Ali.

Innamal a’maalu bin niyaat. Setiap amal perbuatan itu dinilai dari niatnya. Sama-sama membunuhnya, yang satu karena semata-mata berjuang karena Allah, edang yang satu karena ingin membalas dendam karena dihina.

Motivasi seseorang menjadi parameter dalam menentukan nilai ibadah seseorang.

**Disadur dari buku 50 Kisah Nyata, dengan penambahan seperlunya.


Posted by Maryam in 06:54:12 | Permalink | Comments Off